Tampilkan postingan dengan label OSCE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OSCE. Tampilkan semua postingan

Tips Sukses OSCE

Posted by Ucup Rabu, 15 Agustus 2012 0 komentar
Oke guys, gue mau sekedar sharing mengenai tips apa aja yang bisa membantu kamu semua lulus dari ujian OSCE (Objective Structured Clinical Examination). Semoga tipsnya bermanfaat yaaa!

Tips No1: Hafal Checklist Luar Kepala!
Ini kayaknya the basic thing to do kalau mau lulus OSCE ya haha. Ini penting banget! Lupakan mengenai semua text book pemeriksaan fisik yang kalian punya. Gunakan buku itu saat latihan saja, tapi ketika ujian, hafalkan checklist sampai hafal di luar kepala. Setelah checklist sudah hafal banget, barulah kalian bisa lirik-lirik textbook, kayak Bate's misalnya (gue cuma punya itu haha). Ketika nanti kalian ujian, kegugupan akan menyelimuti dari ujung rambut sampai bulu kaki. Nah, dengan menghafal checklist berkali-kali kalian akan lebih siap mengerjakannya dibandingkan jika nanti kalian masih harus mengingat-ingat karena lupa sana-sini.

Tips No2: Jangan Minum Kopi!
Nih ya, gak usah minum kopi aja pasti udah palpitasi (deg-degan), gimana kalau ditambah kopi? Soalnya gue pernah lagi gugup-gugupnya trus sok-sokan minum kopi.... alhasil mual baget. Tapi kalau kalian udah biasa sih yaa gpp.

Tips No3: Jangan Terburu-buru!!!!
Nih dia!! kesalahan yang banyak banget dilakukan orang-orang (termasuk gue! biasanya di pos2 pertama -__-"). Masuk ruangan, senyum, sapa dokternya sambil perkenalan, baca soal, dannn tenang dulu! gak usah langsung loncat ke phantom atau langsung pegang-pegang pasien, TENANGkan dirimu dulu. Tarik napas yang panjaaangg, make sure kalian udah baca soal yang bener! ini lebih konyol lagi kalau kalian enggak lulus gara-gara salah soal -__-". Kalau di FKUI waktu yang diberikan itu 15 menit, lumayan lama kan? Nah gunakan waktu itu secara optimal, ngapain juga cepet-cepet kalau ternyata banyak yang kelupaan. Nah biasanya nih, kalau kita selesai tindakan cepet banget, ada dokter yang nanya-nanya gitu! kalau kita bisa jawab sih gak apa2, tapi kalau gak bisa? ada dokter yang cuek pas kita enggak bisa jawab tapi ada juga yang komentar pedas dan bikin kita makin gugup! So intinya jangan terburu2 dan jangan lupa cuci tangan sebelum dan sesudah pemeriksaan!

Tips No4: Ramah!
Plis, ini juga penting! walaupun penilaian OSCE itu berdasarkan checklist, tapi mengambil hati fasil juga mempengaruhi penilaian doi lho! Tersenyumlah ketika masuk dan perkenalan diri terlebih dahulu. Jangan bersikap seperti robot ya, nanti dokternya mengira kalian nyuekin dia. Walaupun emang fasil enggak boleh ngomong ke mahasiswa tapi bukan berarti kita enggak beramah-tamah ya. Nah satu lagi keuntungan kalau kita bisa mengambil hati fasil/penguji, kali aja ada step-step yang kita kelewatan dan dengan baiknya fasil bisa ingetin kita, nah berguna banget kann!

Tips No5: Latihan Simulasi
Ini juga penting! mungkin kalian bisa baca checklist dan hafal semuanya, tapi kalau enggak latihan untuk mempraktikkannya bisa-bisa kita salah pas nanti ujian. Selalu luangkan waktu untuk latihan simulasi OSCE dan lebih baik lagi kalau latihannya bersama teman, jadi bisa saling mengingatkan. Tapi jangan keramean ya :') yang ada ngobrol dan malah enggak semua kebagian nyoba.

hmm apa lagi ya? mungkin untuk sekarang segitu dulu aja yaaa. OH IYA LUPA (gak nyantai nih), jangan lupa Minta Restu mamapapa dan Berdoa! haha ini paling penting yaaa!! mungkin hangatan pelukan teman, rangkulan manja pacar, atau mungkin segelas teh hangat tidak bisa menenangkan kalian, tapi semoga restu orang tua dan pertolongan Tuhan bisa membuat kalian tenang dan sukses ujian haha aminnnn 0:) (aseeekk bahasanya!)



Baca Selengkapnya ....

OSCE

Posted by Ucup Selasa, 14 Agustus 2012 0 komentar
OSCE!! apa itu OSCE? OSCE merupakan kepanjangan dari: Objective Structured Clinical Examination.. Hoahh apa itu? Jadi OSCE merupakan sebuah ujian atau test untuk menguji kemampuan klinis seorang mahasiswa kedokteran. Jadi ujian OSCE akan dibagi menjadi station-station, yang tiap stationnya mempunyai ujian skill yang berbeda-beda. Bagi beberapa mahasiswa kedokteran, ujian ini mempunyai tingkatan stress yang lumayan tinggi (termasuk gue!)

Di FKUI kita bakal ngejalanin 3 kali ujian OSCE. Ujian pertama ketika tingkat 1 (masih maba-maba gitu ) dimana kita akan diuji kemampuan P2K2 (Pertolongan Pertama Kegawatan & Kedaruratan). Pada ujian OSCE ini beberapa station yang muncul antara lain: BLS (Basic Life Support), Balut bidai, Ventilasi, dan lain-lain. Menurut gue, ujian OSCE P2K2 merupakan ujian awal seorang mahasiswa kedokteran untuk dapat menangani masalah kegawatdaruratan medis di lapangan. Waktu itu gue enggak terlalu gugup, jadi yaa lumayan lah, enggak terlalu banyak yang kelewat. 

Ujian OSCE kedua adalah ketika akhir tingkat 2. Ini adalah ujian OSCE yang beberapa hari kemaren gue lewati. STRESS nyaa minta ampun. Bukan karena gue enggak suka materi-materinya, tapi tekanannya jauh lebih besar dari pada OSCE P2K2 yang lalu. Semua materi KKD (Keterampilan Klinik Dasar) yang dipelajari selama tingkat 2 akan diuji. Tapi memang enggak semuanya sihh, hanya dipilih random diantara semua materi KKD. Nahh ini yang bikin deg deg degan. Dengan materi yang lumayan buanyak, kita harus bisa menghafal dan mempraktikkannya di depan fasil. Nah yang terakhir tadi juga menjadi masalah nih. Mungkin kita bisa afal semua checklist dan pedoman, tapi untuk mengerjakannya di depan seorang dokter yang kadang bikin gugup setengah mati, itu hal yang lain.

Saat-saat menunggu giliran OSCE merupakan saat-saat tergugup selama tingkat 2. Semua rasa campur aduk! kadang stress, kadang pasrah, kadang mual, kadang kebelet.. gitu deh pokoknya. Semuanya udah disiapin mulai dari jas lab yang baru dicuci, stethoscope punya kakek, dua penggaris buat pemeriksaan JVP (Jugularis Venous Pressure), dan jam tangan. Semua sih udah lengkap, tapi tetep aja enggak membuat gue berkurang gugupnya.

Dan ketika bel itu berbunyi, gue berlari-lari kecil mencari station pertama gue, B8 ternyata. Ternyata B8 adalah station istirahat. Selama 15 menit gue hanya bisa duduk manis sambil menikmati sensasi palpasi yang kuat. Gue bener-bener gugup dan berharap enggak kena serangan jantung pas denger bell tanda ganti station. KRINGGG, bel pun berbunyi dan gue melangkah ke station berikutnya. Ternyata station itu adalah pmeriksaan abdomen. "Oke, I got this" pikir gue, tapi setelah gue duduk dan dokternya berkata "yak, silahkan baca soalnya dan mulai", otak gue tiba-tiba shutting down. Perlu 3-4 kali gue baca soalnya bolak balik, enggak tau kenapa tetep masih berasa "ngawang". Akhirnya gue langsung coba periksa ke pasien yang udah nunggu dengan sabar,, eh pas baru mau ngomong, dokternya nyela.. "udah cuci tangan?".. Mampus gue.. lupa!! JEGER!! dan seketika semua ingatan tentang pemeriksaan abdomen tertelan oleh kegugupan yang tiba-tiba meningkat tajam. Akhirnya dengan kondisi pikiran dan mungkin mental yang udah agak keganggu, gue mencoba menyelesaikan pemeriksaan abdomen gue. Akhirnya gue lupa beberapa step yang harusnya gue kerjain. Gue lupa menekuk kaki pasien, bahkan gue lupa cuci tangan sehabis pemeriksaan. Selesai pemeriksaan gue cuma bisa duduk lemes dan pasrah sambil menunggu bel ganti station. Gue perhatiin dokternya dan doi cuma diem sambil nyatet, enggak bikin tambah baik sama sekali -__-"

KRINGGG bel akhirnya berbunyi dan gue pindah ke station berikutnya. Station gue berikutnya adalah pemeriksaan antropometri anak. "Oke cup, tenang lu pasti bisa!!" usaha gue untuk nenangin diri sendiri tapi kayaknya masih kalah dibandingkan dengan kegugupan gue. Gue duduk dan menyapa dokternya. Dokternya hanya senyum simpul kecil... enggak sama sekali bikin gue tambah tenang, "silahkan baca soalnya". Sama kayak tadi, gue masih ngawang pas baca soal. Semua berjalan cukup lancar, nimbang berat, mengukur tinggi/panjang badan, dan pengukuran lingkar kepala gue jalani dengan cukup lancar. Tapi pas tiba saatnya gue untuk menghitung status gizi pasien, gue tiba-tiba blank. "OH MY GOD" dalam hati gue udah berteriak-teriak.. "GUE LUPA CARA NGITUNGNYA!!" gue cuma sok-sokan ngitung sambil bolak balik liat data dan kurva CDC. Berkali-kali dokternya nanya "Gimana dok anak saya?", gue cuma jawab "Iya ibu, sebentar lagi ya, sedang saya hitung!", padahal dalam hati "Ya tuhan :''''' napa bisa lupa gue".. akhirnya gue coba ngitung dengan cara yang seadannya dan..... hasilnya 40% dong!!! (dalam penghitungan status gizi menggunankan BB/TB, hasil penghitungan dibawah 80% dianggap sebagai gizi buruk), gue bingung setengah mati, "Masa 40% sih??!!!??, ini bayi emangnya enggak dikasih makan??" gue bergumam dalam hati. Akhirnya karena dokternya udah mulai enggak sabar gue mengungkapkan hasil gue "hmm ibu, ini anaknya gizi buruk....", setelah gue bilang gitu dokternya langsung menyerengit dan cemberut, "Yakin dok gizi buruk?"... akhirnya setelah beberapa lama, gue menemukan cara menghitung yang benar dan akhirnya mengoreksi hasil penghitungan gue yang gizi buruk tadi. Gue bener-bener kacau di antropometri. Gue berharap dokternya masih kasian sama gue yang gugup setengah mati dan tetap melulus kan gue :''' aminnn

yah begitulah sekilas pengalaman OSCE tingkat 2 gue, bener-bener bikin mental keganggu. Setelah itu masih ada 6 station tersisa tapi alhamdulillah gue bisa menyelesaikan dengan cukup baik. Setelah tragedi antropometri, enggak tau kenapa kegugupan gue mulai hilang, sepertinya karena udah dilanda kepasrahan haha. Well, masih ada satu ujian OSCE yang harus gue hadapi akhir tingkat 3 nanti. Semoga bisa lebih baik dari tahun ini, aminnnnnn!!

Baca Selengkapnya ....
Redesigned by Info Terbaru Original by Bamz | Copyright of Me and Meds. Untuk SEO lebih lanjut kunjungi Trik SEO terbaru.